Kamis, 26 Februari 2015

Khasiat Bayam Untuk Penyakit Alzheimer

Bayam bukan sayur biasa. Sayur yang satu ini memiliki banyak manfaat. Berdasarkan hasil penelitian di Jerman, sayur ini dapat mengobati penyakit Alzheimer, damensia atau penyakit menurunnya daya ingat otak atau pikiran yang paling umum disebut dengan pikun. Dengan kandungan betakaroten dan vitamin C yang kaya. Para peneliti di Jerman yang dilakukan di berbagai universitas melihat perkembangan 74 orang pasien penyakit Alzheimer mudah atau sindrom dengan otak yang dapat mengecil dan mengerut. Dengan rata-rata umur 64 sampai 90 tahun, para pasien diharuskan menjalani tes tanya jawab seputar lingkungan sehari-hari dan juga tes darah.
Dalam hasil penelitian didapat serum antioksidan vitamin C dan betakaroten yang ternyata rendah pada tubuh para pasien. Dengan penelitian yang dilakukan terus-menerus, namun dapat dipastikan buah dan sayuran sangat berguna untuk mengurangi dampak penyakit damensia ini pada tubuh anda. Dengan kandungan yang sangat baik untuk tubuh ini, para peneliti masih tetap melakukan penelitian terhadap dua kandungan ini untuk menegaskan bahwa kedua senyawa yang dapat diperoleh dalam bayam ini dapat menjadi makanan yang terbaik bagi penderita pikun dan dapat dijadikan obat herbal yang efektif pada penyakit Alzheimer.

Tanda-tanda pada penyakit ini adalah kecenderungan lupa terhadap suatu hal, lupa ingatan dan linglung karena terdapat ketidakseimbangan terhadap perkembangan otaknya. Stress yang berkepanjangan yang anda rasakan dapat memicu berkembangnya penyakit ini, karena dengan bertambahnya oksigen secara mendadak. Maka dapat disimpulkan, dengan banyak mengkomsumsi makanan alami seperti buah ataupun sayur yang mengandung senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengurangi pengaruh penyakit ini. Dalam hal ini bayam merupakan sayuran dengan kandungan betakaroten yang tinggi.

Anda juga dapat menerapkan hal ini terhadap anak dan keluarga anda, hal ini dapat membuat kinerja otak anda dan anak anda dapat berkembang dengan baik. Komsumsi makanan alami, buah dengan kandungan yang dibutuhkan tubuh dan sayuran yang baik untuk tubuh dan mampu menangkal segala penyakit dalam tubuh kita.

Kamis, 19 Februari 2015

Ramuan Alami Untuk Penyakit Asma

Ramuan yang Bisa Digunakan untuk Mengobati Penyakit Asma, antara lain :

Ramuan I

Bahan-bahan :

Untuk obat dalam :
  1. sediakan kencur secukupnya,
  2. daun sendok makan madu, dan
  3. satu butir telur ayam.
Sementara itu untuk obat luar :
  1. sediakan tujuh lembar daun sirih,
  2. satu sendok teh lada putih, dan
  3. minyak kayu putih.

Cara Membuat :

  • Kencur dicuci bersih, lalu diperut dan diperas.
  • Hasil perasan kencur dicampur dengan madu dan telur ayam, lalu dikocok.
  • Sebelum diminum, campuran ini didiamkan sebentar.
  • Ramuan ini digunakan sebagai obat dalam.
  • Sementara itu, ramuan obat luar dibuat dengan menggerus daun sirih dan lada putih hingga lumat dan halus.
  • Hasil gerusan tadi dicampur dengan minyak kayu putih secukupnya.
  • Penggunaannya dilakukan dengan cara membalurkan ramuan ini di dada dan leher.

Ramuan II

Bahan-bahan :

  1. Enam lembar daun randu (kapuk) yang masih muda dan
  2. satu sendok makan madu.

Cara Membuat :

  • Daun randu dicuci bersih lalu digiling hingga halus.
  • Hasil gilingan daun randu diseduh dengan secangkir air panas dan ditambahkan madu.
  • Air seduhan tersebut disaring.

Cara Memakai :

  • Dosis yang dianjurkan cukup dua kali sehari sebayak dua sendok makan.
  • Ramuan ini diminum dalam keadaan hangat-hangat kuku.

Ramuan III

Bahan-bahan :

  1. Sepuluh siung bawang putih, dan
  2. satu sendok makan madu.

Cara Membuat :

  • Bawang putih dikupas dan dicuci bersih, kemudian dipotong-potong agak tipis.
  • Hasil irisannya direbus dengan dua gelas air sampai tersisa hanya sekitar seperempat gelas.
  • Air rebusan didinginkan, lalu disaring.
  • Sebelum diminum, ditambahkan madu.

Cara Memakai :

  • Dosis yang dianjurkan tiga kali sehari sebanyak setengah gelas.

Ramuan IV

Bahan-bahan :

  1. Satu genggam daun tanjung muda, dan
  2. Dua sendok makan kikisan kayu cendana.

Cara Membuat :

  • Daun tanjung muda dikeringkan dan dijadikan serbuk.
  • Serbuk daun tanjung dicampur dengan kikisan kayu cendana.

Cara Memakai :

  • Jika penyakit asma kambuh, isaplah ramuan ini beberapa kali.

Ramuan V

Bahan-bahan :

  1. Delapan lembar daun sirih,
  2. Dua belas lembar daun akar gamat,
  3. Dua puluh butir biji buah putat,
  4. Tiga puluh butir lada putih, dan
  5. Tiga sendok teh minyak kayu putih.

Cara Membuat :

  • Semua bahan dicuci hingga bersih, lalu ditumbuk sampai halus.
  • Campuran bahan yang sudah halus diremas-remas sambil dicampur dengan minyak kayu putih.

Cara Memakai :

Ramuan ini dibalurkan ke bagian dada dan punggung penderita asma.

Ramuan VI

Bahan-bahan :

  1. Tujuh lembar daun sambiloto,
  2. Satu sendok teh saga manis,
  3. Satu sendok teh bunga belimbing,
  4. Tujuh biji cengkih,
  5. Tujuh biji kemukus, dan
  6. Satu jari tangan kayu manis.

Cara Membuat :

  • Semua bahan dicuci bersih, lalu direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya.
  • Setelah dingin, air rebusan tersebut disaring.

Cara Memakai :

  • Ramuan ini diminum tiga kali sehari sebanyak setengah gelas setiap minum.

Ramuan VII

Bahan-bahan :

  1. Sepuluh batang sereh dan
  2. Gula secukupnya.

Cara Membuat :

  • Batang sereh dicuci bersih, lalu dimemarkan.
  • Setelah itu, batang sereh direbus dengan lima gelas air, lalu ditambahkan gula secukupnya.
  • Setelah tersisa sekitar dua setengah gelas, air rebusan diangkat dan didinginkan.

Cara Memakai :

  • Ramuan ini diminum empat kali sehari sebanyak setengah gelas setiap minum.

Ramuan VIII

Bahan-bahan :

  1. Satu atau dua buah mengkudu yang sudah matang,
  2. Wortel, dan
  3. Jeruk lemon secukupnya

Cara Membuat :

  • Buah mengkudu yang sudah matang dicuci bersih, dipotong-potong kecil, lalu dibuat jus dengan cara di-blender.
  • Wortel dan jeruk lemon juga dibuat jus masing-masing sebanyak satu gelas.
  • Jus wortel dan jeruk lemon ditambahkan ke dalam jus mengkudu, lalu diaduk secara merata.

Cara Memakai :

  • Ramuan ini diminum tiga kali sehari secara teratur.

Ramuan IX

Bahan –bahan :

  1. Dua buah mengkudu yang sudah matang,
  2. Satu siung jahe, dan
  3. Madu secukupnya.

Cara Membuat :

  • Buah mengkudu dan jahe dicuci bersih, lalu dipotong-potong.
  • Setelah itu, di-blender dan ditambahkan air secukupnya, lalu direbus hingga mendidih. ke dalam rebusan tersebut ditambahkan madu secukupnya, lalu diaduk hingga merata.
  • Ramuan ini dapat diminum dalam keadaan hangat.

Ramuan X

Bahan-bahan :

  1. Lima belas gram jahe,
  2. Dua ratus gram lobak, dan
  3. Dua sendok makan madu.

Cara Membuat :

  • Semua bahan dicuci bersih, lalu di-blender dan ditambahkan madu.
  • Aduk hingga merata, dan dapat segera diminum.

Cara Memakai :

  • Dapat diminum 2 kali sehari secara teratur.

Ramuan XI

Bahan-bahan :

  1. 15 gram jahe,
  2. 10 gram daun jinten,
  3. 1 ibu jari kayu manis,
  4. 15 gram umbi bidara upas,
  5. 4 butir kemukus, dan
  6. 1 sendok makan madu.

Cara Membuat :

  • Semua bahan dicuci bersih, lalu direbus dalam 600 ml air hingga tersisa sekitar 300 ml.
  • Kemudian, larutan tersebut disaring dan ditambahkan madu, lalu diaduk hingga merata.

Cara Memakai :

  • Dapat diminum 2 kali setiap hari.

Ramuan XII

Bahan-bahan :

  1. 5 gram jahe dan
  2. 30 gram sambung nyawa.

Cara Membuat :

  • Jahe dikupas lalu bersama sambung nyawa dicuci bersih.
  • Setelah itu, direbus dalam 500 ml air hangat hingga tersisa sekitar 250 ml, lalu disaring.

Cara Memakai :

  • Air rebusannya diminum selagi hangat sebanyak 2 kali setiap hari.

Selain perawatannya dengan berbagai ramuan tradisional, penderita asma dianjurkan untuk tidak merokok, mengurangi makanan atau minuman dingin, tidak mandi terlalu malam, serta menjaga emosi dan stamina supaya tetap stabil.

Kamis, 12 Februari 2015

Manfaat Seledri Untuk Penyakit Kanker Payudara

Sayuran seledri sudah dikenal setiap orang terutama kaum hawa yang sering bergulat di dapur karena biasa ditambahkan pada masakan. Penggunaannya selain untuk campuran sop, atau ditumis sebagai bahan salad. Sayuran berdaun hijau ini mempunyai aroma wangi yang khas. Rasanya yang segar renyah dan enak dimakan mentah. Tanaman seledri yang memiliki bahasa latin Apium graveolens L. atau dalam bahasa Inggris Cellery ini dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi sampai ketinggian 900 m dpl. Penghasil terbanyak seledri di Indonesia terdapat di Brastagi, Sumatera Utara dan di Jawa Barat yang tersebar di Pacet, Pangalengan dan Cipanas yang berhawa sejuk.
Seledri merupakan salah satu jenis sayuran dan tergolong tanaman obat. Khasiat yang telah terekam dalam dunia tanaman obat, menyebutkan bahwa tiap bagian tanaman seledri memiliki khasiat dalam pencegahan atau pengobatan penyakit. Bagian daun seledri memiliki berkhasiat membantu menormalkan kadar asam urat dalam darah, mengurangi rasa sakit pada persendian akibat asam urat, melancarkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, menormalkan gula darah, menjaga kesehatan jantung, tulang, persendian,  dan mengatasi infeksi saluran kencing serta menetralisir efek degeneratif dan radikal bebas. Bagian akar tanaman seledri dipercaya memiliki khasiat menurunkan tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, air seni mengandung lemak, kolik sedangkan bagian bijinya berkhasiat mencegah rematik, bronchitis, penyakit pada hati dan limpa, kolik, sakit perut setelah melahirkan.

Penelitian terakhir menyebutkan bahwa seledri memiliki khasiat mencegah dan mengobati kanker payudara. Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Jenis kanker ini paling umum diderita kaum wanita. Kaum pria pun dapat terserang kanker payudara, tetapi jumlahnya sangat kecil yaitu 1 di antara 1000 orang. Penyakit ini merupakan penyebab nomor satu kematian seorang wanita. Hormon estrogen merupakan salah satu penyebab kanker payudara. Hormon ini merupakan sekelompok senyawa steroid yang berfungsi terutama sebagai hormon seks wanita. Walaupun terdapat dalam tubuh pria maupun wanita, kandungannya jauh lebih tinggi dalam tubuh wanita usia subur. Hormon ini menyebabkan perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, seperti payudara.

Penelitian dari University of Missouri ini menemukan bahwa, zat apigenin yang ada di dalam seledri, dapat mempengaruhi hormon estrogen pada wanita untuk mencegah kanker payudara. Salman Hyder, seorang profesor ilmu biomedis, College of Veterinary Medicine dan Dalton Cardiovascular Research Center dari University of Missouri menyebutkan bahwa zat apigenin akan mempengaruhi progestin yang merupakan kontrasepsi hormonal.zat apigenin ini akan memperlambat perkembangan sel kanker payudara. Cara kerjanya yaitu akan menginduksi kematian sel dan menghambat sel-sel liar yang akan berkembang menjadi kanker payudara.

Penelitian ini juga telah diterbitkan dalam jurnal Hormones and Cancer. Percobaan dalam penelitian menggunakan tikus yang memiliki sel kanker payudara. Beberapa tikus diberikan semacam apigenin untuk progestin yang disebut dengan medroxyprogesterone acetate (MPA). Zat ini digunakan untuk terapi pengganti hormon. Hasilnya, mereka menemukan bahwa pertumbuhan sel kanker menurun dan ukuranya lebih kecil dibandingkan dengan tikus yang tidak diberikan apigenin atau MPA. Peneliti menyebutkan bahwa Tumor atau kanker akan berkembang ketika banyaknya nutrisi dari aliran darah yang member makan sel-sel kankr sehingga berkembang. Pada penelitian ini, pertumbuhan tumor menurun dikarenakan adanya aliran nutrisi yang lebih kecil pada pembuluh darah menuju sel perkembangan tumor.

Penggunaan seledri untuk terapi pencegahan atau pengobatan payudara bisa dikonsumsi mentah sebagai salad, dibuat jus atau untuk memudahkan pengkonsumsian, bisa dibuat kapsul.

Rabu, 11 Februari 2015

Pencegahan Demam Berdarah Dengan Metode Pemberantasan Sarang Nyamuk

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah dikenal di Indonesia sebagai penyakit yang endemis terutama bagi anak-anak. Di Indonesia DBD timbul sebagai wabah untuk pertama kalinya di Surabaya pada tahun 1968. Sampai saat ini DBD dilaporkan dari 26 propinsi dan telah menyebar dari daerah perkotaan ke daerah pedesaan dan selama tahun 1974 sampai 1982 dilaporkan sebanyak 3500-7800 kasus dengan Case Fatality Rate 3.9%. Penyebab penyakit ini ialah virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty sebagai faktor utama, disamping nyamuk Aedes albopictus.

Wabah penyakit demam berdarah yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia di beberapa tahun yang lalu perlu mendapat perhatian. Begitu pula vektor Aedes aegepty yang terdapat baik di daerah pedesaan maupun perkotaan memberi risiko timbulnya wabah penyakit di masa akan datang. Untuk mengatasi masalah penyakit demam berdarah di Indonesia telah puluhan tahun dilakukan berbagai upaya pemberantasan vektor, tetapi hasilnya belum optimal. Kejadian luar biasa (KLB) masih sering terjadi secara teoritis ada empat cara untuk memutuskan rantai penularan DBD ialah melenyapkan virus, isolasi penderita, mencegah gigitan nyamuk (vektor) dan penggalian vektor. Untuk pengendalian vektor dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara kimia dan pengelolaan lingkungan, salah satunya dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Demam Berdarah Dengue

1. Definisi Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang akut yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh nyamuk yaitu nyamuk Aedes aegypti betina.

2. Penyebab Demam Berdarah Dengue

Penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue dengan tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Virus tersebut termausk dalam group B Arthropod borne viruses (ARBOVIRUSES). Keempat virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain Jakarta dan Yogyakarta. Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe satu dan tiga.

3. Gejala

Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan:
  1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38oC – 40oC).
  2. Manifestasi pendarahan, dengan bentuk: uji tourniquet positif puspura pendarahan, konjungtiva, epitaksis, melena, dsb.
  3. Hepatomegali (pembesaran hati)
  4. Syok, tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sitolik sampai 80 mmHg atau lebih rendah.
  5. Trombositopeni, pada hari ke 3-7 ditemukan penurunan trombosit sampai 100.000/mm.
  6. Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai hematokrit.
  7. Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: anoreksia, lemah, mual-mual, muntah, sakit perut, diare, kejang, dan sakit kepala.
  8. Pendarahan pada hidung dan gusi.
  9. Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

4. Masa Inkubasi

Masa inkubasi terjadi selama 4-6 hari.

5. Penularan

Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti / Aedes albopictus betina yang pada sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain. Nyamuk aedes aegypti berasaldari Brasil dan Etiopia, dan sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang. Orang yang berisiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia dibawah 15 tahun, dan sebagian besar inggal di lingkungan lembab, serta daerah pinggiran kumuh. Penyakit DBD sering terjadi di daerah tropis, dan muncul pada musim penghujan. Virus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim atau alam serta perilaku manusia.

6. Penyebaran

Kasus penyakit ini pertama kali ditemukan di Manila, Filipina pada tahun 1953. Kasus di Indonesia pertama kali dilaporkan terjadi di Surabaya dan Jakarta dengan jumlah kematian sebanyak 24 orang. Beberapa tahun kemudian penyakit ini menyebar ke beberapa propinsi si Indonesia, dengan jumlah kasus sebagai berikut:
  • Tahun 1996 : Jumlah kasus 45.548 orang, dengan jumlah kematian sebanyak 1.234 orang.
  • Tahun 1998 : Jumlah kasus 72.133 orang, dengan jumlah kematian sebanyak 1.414 orang (terjadi ledakan).
  • Tahun 1999 : Jumlah kasus 21.134 orang.
  • Tahun 2000 : Jumlah kasus 33.443 orang.
  • Tahun 2001 : Jumlah kasus 45.904 orang.
  • Tahun 2002 : Jumlah kasus 40.377 orang.
  • Tahun 2003 : Jumlah kasus 50.131 orang.
  • Tahun 2004 : sampai tanggal 5 Maret 2004 jumlah kasus sudah mencapai 26.015 orang, dengan jumlah kematian sebanyak 389 orang.

Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu nyamuk aides aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat baik secara lingkungan, biologis maupun secara kimiawi yaitu:

1. Lingkungan

Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.

PSN pada dasarnya merupakan pemberantasan jentik atau mencegah agar nyamuk tidak berkembang tidak dapat berkembang biak. Pada dasarnya PNS ini dapat dilakukan dengan:
  1. Menguras bak mandi dan tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali,. Ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa perkembangan telur agar berkembang menjadi nyamuk adalah 7-10 hari.
  2.  Menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan, drum, dan tempat air lain dengan tujuan agar nyamuk tidak dapat bertelur pada tempat-tempat tersebut.
  3. Mengganti air pada vas bunga dan tempat minum burung setidaknya seminggu sekali.
  4. Membersihkan pekarangan dan halaman rumah dari barang-barang bekas terutama yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk, seperti sampah kaleng, botol pecah, dan ember plastik.
  5. Munutup lubang-lubang pada pohon terutama pohon bambu dengan menggunakan tanah.
  6. Membersihkan air yang tergenang di atap rumah serta membersihkan salurannya kembali jika salurannya tersumbat oleh sampah-sampah dari daun.

2. Biologis

Pengendalian secara biologis adalah pengandalian perkambangan nyamuk dan jentiknya dengan menggunakan hewan atau tumbuhan. seperti memelihara ikan cupang pada kolam atau menambahkannya dengan bakteri Bt H-14

3. Kimiawi

Pengendalian secara kimiawi merupakan cara pengandalian serta pembasmian nyamuk serta jentiknya dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Cara pengendalian ini antara lain dengan:
  • Pengasapan/fogging dengan menggunakan malathion dan fenthion yang berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan Aides aegypti sampai batas tertentu.
  • Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti gentong air, vas bunga, kolam dan lain-lain.
Cara yang paling mudah namun efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan mengkombinasikan cara-cara diatas yang sering kita sebut dengan istilah 3M plus yaitu dengan menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi dan tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali serta menimbun sampah-sampah dan lubang-lubang pohon yang berpotensi sebagai tempat perkembangan jentik-jentik nyamuk. Selain itu juga dapat dilakukan dengan melakukan tindakan plus seperti memelihara ikan pemakan jentik-jentik nyamuk, menur larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, memasang kelabu, menyemprot dengan insektisida, menggunakan repellent, memasang obat nyamuk, memeriksa jentik nyamuk secara berkala serta tindakan lain yang sesuai dengan kondisi setempat.

Pemberantasan Sarang Nyamuk

PSN merupakan tindakan untuk memutus mata rantai perkembangan nyamuk. Tindakan PSN terdiri atas beberapa kegiatan antara lain: 

1. 3 M

3M adalah tindakan yang dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk Demam Berdarah dengan cara:
  • Menguras:
Menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali.
  • Menutup:
Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum, dan lain-lain.
  • Mengubur:
Mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah yang dapat menampung air hujan.

2. Memelihara ikan pemakan jentik-jentik nyamuk
3. Cegah gigitan nyamuk dengan cara:
  1. Membunuh jentik nyamuk Demam Berdarah di tempat air yang sulit dikuras atau sulit air dengan menaburkan bubuk temephos (abate) atau altosoid 2-3 bulan sekali dengan takaran 1 gram abate untuk 10 liter air atau 2,5 gram altosoid untuk 100 liter air. Abate dapat di peroleh/dibeli di Puskesmas atau di apotek.
  2. Mengusir nyamuk dengan obat anti nyamuk.
  3. Mencegah gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk gosok.
  4. Memasang kawat kasa di jendela dan di ventilasi.
  5. Tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar.
  6. Gunakan sarung kelambu waktu tidur.

Senin, 09 Februari 2015

Buah Kaya Vitamin C Bagus Untuk Atasi Keputihan Anda

Ladies, vitamin C memang sudah tidak diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan, tapi siapa sangka jika vitamin C ternyata bagus juga jika digunakan sebagai cara mengatasi keputihan? Ya, buah-buahan yang kaya vitamin C ternyata juga bisa Anda manfaatkan sebagai cara mengatasi keputihan ladies!

Selain efektif melawan terjadinya infeksi jamur dan bakteri yang menybabkan terjadinya keputihan pada organ kewanitaan kita, vitamin C juga dipercaya lebih efektif untuk menyingkirkan bau menyengat pada organ kewanitaan yang disebabkan oleh keputihan.

Lebih lanjut, vitamin C juga bermanfaat sebagai booster bagi sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi jamur dan bakteri, sehingga vitamin C ini dapat digunakan untuk menghilangkan racun berbahaya dalam tubuh ladies. Setelah sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik, tubuh Anda akan mampu untuk melawan jamur dan bakteri berbahaya penyebab keputihan. Wow! Manfaat vitamin C benar-benar dahsyat ya ladies.

Buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C ini antara lain jeruk, lemon, mangga, anggur, dan lain sebagainya. O iya Ladies, selain bermanfaat untuk mengatasi keputihan itu sendiri, vitamin C yang terkandung dalam buah-buahan tersebut juga dapat melawan infeksi jamur dan bakteri dalam saluran kemih kita lho! So, pastikan untuk banyak mengkonsumsi buah-buahan sehat ini ya?

Sabtu, 07 Februari 2015

12 Tanaman Mengatasi TBC (Tuberculosis)

Penyebab Penyakit TBC : Penyakit TBC paru-paru ditularkan melalui percikan dahak atau batuk penderita TBC Bayangan kita penyakit TBC adalah penyakit menular yang menyerang organ paru-paru, tetapi sebenarnya penyakit TBC kecuali menyerang paru-paru juga bisa menyerang organ tubuh lain seperti sendi, perut, tulang, dan selaput otak, ketika seseorang mempunyai penyakit TBC, dan ia batuk akan melepaskan bakteri ke udara dan ketika orang lain menghirup kuman itu, dia juga berpotensi mendapat penyakit yang sama. Oleh sebab itu TBC menyebar secara mudah ketika orang-orang yang hidup dalam kondisi terbatas dan penuh sesak.

Gejala Pengidap TBC : Penderita TBC ditandai dengan batuk kronis yang tidak mau sembuh, badan tambah kurus, berkeringat di pagi hari, dan mungkin sampai batuk  darah.
  1. Panas subferil ( panas yang sedang-sedang saja ).
  2. Perasaan mudah lelah, pegal-pegal dan nafsu makan menurun drastis.
  3. Gejala dasar TBC tampak pada keluhan batuk dan sesak nafas.
  4. Perut terasa nyeri dan mual-mual.
  5. Berat badan berkurang secara drastis.
Cara Mencegah Penyakit TBC :
  • Hindari atau kurangi merokok.
  • Hindari minun minuman beralkohol.
  • Jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan siap saji, karena biasanya mengandung zat-zat yang kurang baik untuk tubuh.
  • Biasakan berolahraga secara teratur, minimal 30 menit sehari.
  • Melakukan imunisasi BCG.
  • Menghindari penderita TBC, ketika sedang batuk.
  • Segera berobat ke dokter kalau batuk semakin parah.

Tanaman Obat Yang Dapat Digunakan Untuk Mengobati  TBC

Pengobatan dengan ramuan tradisional untuk TBC tidak dapat melebihi pengobatan modern, tapi dapat mendukung mempercepat  penyembuhan penyakit TBC.

1. Pegagan (Centella Asiatica Urb)

Pegagan dikenal juga sebagai daun kaki kuda (Jakarta), antanan gede (Sunda), kori-kori (Halmahera), kolotidi menora (Ternate), gagan-gagan, gangagan, kerok batok, pantegowang, panigowang, rendeng (Jawa). kostekosan (Madura), pagaga (Makasar), daun tungke (Bugis).

Untuk TB Paru Paru :

Cuci 30 – 60 g pegagan segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, dan diminum 3 kali sehari.

Untuk TB Kulit :

  • Daun pegagan 10 gram, daun waru lengis 10 gram, widoro upas 25 gram, daun legundi 10 gram, parutan kencur 5 gram.
  • Semua bahan direbus dengan 3 gelas airnya sampai tersisa 1 gelas, dan diminum 3 kali sehari

2. Singawalang (Pertiveria Alliacea)

Cara Meramu :
  1. 5 lembar daun Singalawang yang telah dicuci bersih ditumbuk sampai halus.
  2. Hasil tumbukan diseduh dengan air panas, dibubuhi garam dan gula merah secukupnya.
  3. Aduk sampai larut, saring dan minum setelah dingin.
  4. Frekuensi meminumnya dua kali sehari.

3. Bunga Tembelekan (Lantana Camara)

Gunakan bunga tembelekan kering sebanyak 6 – 10 g, direbus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa separuh. Setelah dingin, air rebusan itu disaring, dibagi untuk 3 kali minum (pagi hari, siang, dan sore) masing-masing setengah gelas.

4. Bambu Tali (Asparagus Cochinchinensis)

Bambu tali atau bambu apus juga disebut awi tali (Sunda), deling apus, deling tangsul, jajang pring (Jawa) atau tiing tali, tiing tlantan (Bali).

Cara Meramu :

  1. Bagian yang digunakan untuk obat adalah umbi/rebungnya.
  2. Untuk mengatasi penyakit tuberkulosis yang disertai batuk darah, digunakan 6 – 12 g umbi/rebung kering bambu tali, direbus dalam 1,5 gelas air.
  3. Air rebusannya diminum dalam keadaan hangat dua kali sehari, sampai penyakit sembuh

5. Daun Legundi (Vitex Negundo L)

Daun legundi punya nama alias gendarasi (Palembang) atau langgundi (Minangkabau)

Cara Meramu :

  1. 3/5 genggam daun Legundi dicuci bersih,
  2. Lalu direbus dengan air bersih sebanyak 3 gelas,
  3. Sampai air rebusannya tinggal 3/4 gelas saja.
  4. Sesudah dingin, disaring lalu diminum dengan madu secukupnya.
  5. Frekuensi minumnya 3 kali sehari.

6. Bidara Upas (Merremia Mammosa)

Cara Meramu :

  1. Ambilah 1/3 jari bidara upas,
  2. Dicuci bersih lalu diparut,
  3. Diberi air masak 1 sendok makan dan madu 2 sendok teh,
  4. Diperas dan disaring, 
  5. Diminum tiga kali sehari.

7. Beluntas

Cara Meramu :

60 gram Daun di haluskan lalu campur dengan  1 gelas air masak saring hasil perasan Minum  2x sehari

8. Bunga Sepatu (Hibiscus Rosasinensis Linn)

  • Bugong raja (Aceh),
  • Soma-soma (Nias),
  • Kembang wara (Sunda),
  • Wora-wari (Jawa),
  • bungo rabhang (Madura).

Cara Meramu :

  • Cuci bersih 3 kuntum bunga sepatu dan 30 g krokot (Portukzca oleracea L), lalu giling sampai halus dan tambahkan 100 ml air panas.
  • Saring dan minum air seduhan tiga kali sehari bersama 1 sendok makan madu masing-masing dengan dosis sama.

9. Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness)

Cara Meramu :

  1. Daun sambiloto kering 1 genggam,
  2. digiling halus hingga menjadi bubuk,
  3. setelah itu ditambahkan sedikit madu dan dibuat bulatan-bulatan pil berdiameter sekitar 0,5 cm.
  4. Diminum dengan air matang 2 – 3 kali sehari.
  5. Sekali minum dapat 15 – 30 pil

10. Bawang Putih (Allium Sativum L)

Sumatera lasun, bawang mentar, lasuna, bawang bodas (sunda), bawang (Jawa), Bhahang Poti (Madura).

Cara Mengunakan :

  1. Ambil Bawang putih 2-4 butir,
  2. Dicuci bersih,
  3. Dikunyah dan airnya ditelan.

11. Nanas Kerang (Rhoeo Spathacea Swartz)

Cara Meramu :

15-30 gr Daun Nanas kerang direbus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas  disaring, airnya diminum. 2x sehari

12. Lempuyang Wangi (Ngeber Aromaticum)

  • Lempuyang nuum,
  • lempuyang wangi (Sunda)

Cara Meramu :

Akar rimpang lempuyang wangi 1 genggam di cuci bersih dan dipotong-potong lalu direbus dengan air bersih 5 gelas hingga tinggal setengahnya. Didinginkan dan disaring. Diminum 2 kali sehari ¾ gelas.

Pantangan :

Penyakit ini juga mempunyai pantangan bagi penderitanya, yaitu tauge. Jadi jangan terlalu banyak makan tauge kalau sedang terkena TBC, syukur-syukur tidak makan sama sekali

Catatan:

  1. Wanita hamil tidak boleh sembarangan  minum rebusan tumbuhan obat ini.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan dengan dokter.

Rabu, 04 Februari 2015

Ramuan Untuk Atasi Asam Urat

Mengatasi penyakit asam urat secara alami sekarang ini sudah menjadi tren bahkan sebagai kebutuhan. Orang semakin sadar untuk mulai kembali ke alam dalam mengobati dan mengatasi berbagai penyakit. Penggunaan bahan herbal alami untuk mengatasi penyakit diyakini bisa memberikan dampak kesembuhan secara menyeluruh dan lebih optimal. Hal ini dikarenakan penggunaan bahan-bahan herbal alami akan lebih mendorong dan mengoptimalkan tubuh untuk melakukan penguatan diri dalam menghadapi penyakit. Sistem imunitas yang menjadi tujuan utama dalam sistem pengobatan secara alami dengan bahan herbal alami.
Pada kesempatan kali ini kita akan menyajikan beberapa  resep ramuan herbal asam urat untuk bisa dipraktekkan oleh siapa saja yang ingin mengatasi penyakit asam urat secara alami. Kita akan menyajikan beberapa resep ramuan herbal untuk asam urat  dengan harapan bisa dipraktekan sesuai kondisi dan ketersedian bahan baku yang bisa didapatkan oleh penderita asam urat di lingkungan sekitarnya.

Namun sebelum mempraktekkan ramuan herbal asam urat ini, hendaknya perlu dipahami bahwa dalam menjalankan pengobatan atau menterapi asam urat dengan ramuan alami juga harus memperhatikan berbagai pantangan yang harus dijauhi oleh penderita asam urat. Akan menjadi suatu upaya pengobatan yang sia-sia apabila berbagai pantangan masih dilanggar.

Di bawah ini kita telah sajikan beberapa ramuan herbal untuk asam urat. Silahkan Anda jalankan sesuai ketersedian bahan baku herbal di sekitar Anda.

Bahan I :

  • 3 sdm nigella sative (jintan hitam),
  • 2lembar daun tempuyung,
  • sdkt kayu manis,
  • 10 lembar daun salam,
  • 700 cc air.

Cara Membuatnya :

Setelah dicuci, rebus hingga air tersisa 200 cc, saring kemudian minum selagi hangat.memasukkan daun salam saat air mendidih untuk menghindari oksidasi atsiri oilnya.

Bahan II :

  • Kayu manis sebesar ibu jari,
  • 5 gram biji pala ,
  • 5 butir kapulaga,
  • 5 butir cengkih,
  • 200 gram ubi jalar merah,
  • 10 butir merica,
  • 15 gram jahe merah,
  • 200 cc susu sapi cair,
  • 1500 cc air

Cara Membuatnya :

Setelah dicuci bersih rebus ramuan tadi hingga air tersisa 500 cc. Saring dan tambahkan susu cair, minum selagi hangat.

Bahan III :

  • 2sdm nigella sativa (biji/serbuk jintan hitam),
  • 30gram sidafolia (sidogurih ratu),
  • 1jari jahe merah,
  • 3daun sirih merah,
  • sdkt adas manis,
  • rebuslah bahan semuanya, dengan 3gelas air di masak dengan api sedang saaat mendidih kecilkan api sampai sisa 2 gelas. bagilah dua gelas minumlah pagi dan sore selama satu minggu.
Bahan IV :
  • Buah apel malang ( room beauty)
  • 2sdm cuka,
  • 1 iris nanas muda,
  • 2batang sereh wangi,
  • Potong-potong apel dan nanasrebus dengan sedikit air, masukkan sereh wangi, matang angkat beri wadah tertutup lalu saat dingin siram dengan cuka, tutuplah dan biarkan 3hari-1minggu. penyimpanan boleh ditambah madu, aduk sebelum disimpan.

Bahan V :

  • 1 buah Apel Manalagi,
  • 2 sendok makan sari jahe,
  • 3 sendok makan sari temulawak,
  • Air perasan Jeruk Nipis,
  • Garam secukupnya,
  • 0,5 cangkir air matang

Cara Membuatnya :

Setelah bahan dicuci bersih, satukan lalu dibuat menjadi jus dan minum 3 kali dalam sehari.

Disamping ramuan-ramuan herbal asam urat di atas, kita melalui web ini juga menyediakan produk herbal pendamping siap konsumsi yang insyaallah sangat ampuh untuk mengatasi keluhan asam urat. Produk-produk ini sudah teruji baik secara uji klinis ilmiyah maupun fakta di lapangan